Pengenalan Kambing Perah (Anglo Nubian) di desa Taba Padang , kecamatan Seberang Musi, kabupten Kepahiang

Pengenalan Kambing Perah (Anglo Nubian)

di desa Taba Padang , kecamatan Seberang Musi, kabupten  Kepahiang

Tris Akbarillah dan Hidayat

Jurusan Peternakan , Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

085377667411

DesaTaba Padang merupakan salah satu desa di kecamatan Seberang Musi  kabupaten  Kepahiang, berdekatan dengan desa Lubuk Saung , Talang Babatan di sebelah Timur, sebelah Barat berbatasan dengan hutan Lindung, sebelah utara berbatasan dengan desa Lubuk Saung.dan sebelah selatan berbatasan dengan desa Baung dan Air Pesi. Desa-desa tersebut berada dalam kecamatan yang sama yaitu Seberang Musi. Desa Taba Padang terbagi menjadi 4 dusun. Warga desa berjumlah  675 jiwa, dari 271 kepala keluarga (KK) yang berasal dari beragai daerah yang sebagian besar didominasi petani lokal. Desa Taba Padang merupakan desa pertanian/perkebunan yang subur, asri berpotensi sebagai daerah wisata. Seperti daerah pertanian pada umumnya, masyarakat di desa Taba Padang juga memelihara ternak, seperti kambing, ayam dan itik. Keberadaan ternak ruminansia di desa Taba Padang seperti kambing sebanyak 50 ekor dan ayam 200 ekor.dengan luasan kebun 1580 ha dari luas desa 2745 ha.

Usaha peternakan masyarakat di desa ini sangatlah bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga anggota kelompok. Hal ini desebabkan ternak menjadi komoditas tabungan keluarga yang sewaktu waktu dibutuhkan seperti biaya masuk sekolah anak, dengan menjual ternak yang dimilikinya. Disamping itu, kotoran ternak yang dipelihara dapat digunakan untuk pupuk di lahan pertnian/perkebunan yang dikelola masyarakat petani.

Pemeliharaan ternak kambing utamanya sebagai tabungan, yang hasilnya didapat dengan menjual ternak pada saat diperlukan. Artinya, hasil yang diperoleh dicapai dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan kambing yang dipelihara adalah jenis kambing potong lokal (yang menghasilkan daging dalam waktu yang lama). Tingkat pengetahuan yang terbatas tentang jenis kambing yang lebih produktif, mendorong perlunya dilakukan pengenalan kambing yang lebih produktif. Salah satu jenis kambing tersebut adalah kambing Anglo Nubian, kambing dari Inggris, yang merupakan tipe kambing dwiguna, penghasil daging dan susu, dan sangat adaptif di iklim tropis. Empat tahun terakhir, kambing tersebut dikembangkan di Commercial Zone of Animal Laboratory, Jurusan Peternakan Faperta UNIB, baik sebagai pure breed maupun disilangkan dengan kambing lokal. Induk laktasi dari persilangan kambing tersebut mampu menghasilkan susu 1,5-2 liter per hari, sementara yang pure breed mampu menghasilkan 2,5-3 liter per hari, sementara kambing jantan dewasa dapat mencapai berat 65-80 kg. Dengan memperhatikan performa tersebut,kambing Anglo Nubian dapat digunakan sebagai tabungan (anaknya) dan memberikan hasil harian (berupa susu).Oleh karena itu pengenalan kambing Anglo Nubian dilakukan kepada petani di desa Taba Padang, dalam bentuk penyuluhan. Petani yang memelihara jenis kambing ini diharapkan dapat menjual anaknya setahun sekali (dengan ukuran lebih besar) dan memperoleh hasil harian berupa susu kambing dari induk yang beranak. Susu kambing tersebut dapat dikonsumsi sendiri tambahan gizi keluarga atau dijual sebagai salah satu pendapatan keluarga.

Pengenalan jenis ternak kambing perah/jenis Anglo Nubian yang potensi dipelihara dilakukan di desa Taba Padang. Penyuluhan ini menjelaskan tentang kambing Anglo Nubian, ciri-ciri dan performans yang dimilikinya, serta manajemen pemeliharaannya, seperti pakan dan reproduksi kambing. Setelah kegiatan penyuluhan, dilanjutkan diskusi penjajagan pemeliharaan kambing Nubian oleh petani. Kegiatan ini direspon dengan baik oleh masyarakat dengan rencana membeli kambing Anglo Nubian. Pada kesempatan tersebut, peserta penyuluhan juga dikenalkan produk dari kambing perah dan mencicipi es susu kambing.

Setelah memberikan bekal pengetahuan tentang kambing perah/Anglo Nubian diharapkan petani tersebut mau/berinisiatif untuk memelihara/membeli  kambing jantan Anglo Nubian untuk dikawin-silangkan dengan kambing betina yang dimiliki petani. Kambing jantan Anglo Nubian apabila dipelihara oleh petani maka kambing jantan tersebut dapat digunakan memperbaiki kualitas performan produksi susu kambing keturunannya.

Manfaat dari kegiatan ini tentu saja akan meningkatkan pemahaman tentang ternak kambing, utamanya kambing perah/Anglo Nubian dan peranakannya, khususnya bagaimana meningkatkan produktivitas ternak kambing yang tidak hanya dalam bentuk tabungan, tapi juga memberikan hasil harian.

Evaluasi kegiatan dilakukan pada akhir kegiatan dengan diskusi dan pemberian pertanyaan pada peternak selama penyuluhan Sebagai tolak ukur ialah meningkatnya pengetahuan peternak dengan jawaban pertanyaan pada waktu diskusi, menerapkan hasil penyuluhan oleh pemateri dan meningkatnya kemampuan peternak dalam menangani ketersediaan pakan, pemberian pakan berdasarkan kebutuhannya, dan pemerahan susu.

Dapat disimpulkan  peternak sangat tertarik dengan kambing perah Anglo Nubian. Antusiasme peserta terlihat dengan menanyakan cara mendapatkan kambing Anglo Nubian dan harganya serta meminta nomor kontak untuk konsultasi. Kegiatan ini bisa dijalin lebih konstruktif apabila ada kerja sama/komunikasi institusi Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahyang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *