Pengabdian Masyarakat Dosen Jurusan Peternakan di Kelompok PKK Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang

Peningkatan Protein Hewani Asal Ternak di Kelompok PKK Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang

Urip Santoso, Yosi Fenita, Yurike, Erma Ide Elismawati dan Realita Ceria Bangun

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Pendahuluan

Angka kecukupan gizi bangsa Indonesia khususnya energi dan protein adalah sebanyak 2100 kkal dan 57 gram per kapita sehari. Angka kecukupan gizi di Provinsi Bengkulu dari tahun 2017 sampai dengan 2020 konsumsi protein per kapita sehari telah mencapai angka kecukupan protein yang direkomendasikan. Namun jika ditelaah lebih jauh konsumsi protein hewani asal ternak masih belum memenuhi angka kecukupan yang direkomendasikan. Demikian juga, konsumsi protein asal hewan terutama asal ternak di Desa Taba Padang masih belum memenuhi standard gizi nasional.

Permasalahan rendahnya konsumsi protein hewani asal ternak di Desa Taba Padang disebabkan oleh minimal 2 faktor, yaitu tingkat pendapatan yang masih rendah dan tingkat kesadaran gizi yang masih rendah. Dalam pengabdian kepada masyarakt kali ini tim pengabdi mengkonsentrasikan pada upaya peningkatan kesadaran gzi masyarakat Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang. Upaya ini didasarkan pada realita bahwa masyarakat belum mempunyai kesadaran yang tinggi akan pentingnya gizi bagi kesehatan. Salah satu bukti adalah bahwa mereka lebih memilih membeli rokok daripada membeli telur. Padahal telur merupakan produk ternak yang mutah harganya dan terjangkau oleh masyarakat Desa Taba Padang.

Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Kelompok PKK di desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi tentang pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak bagi kesehatan masyarakat.

Solusi dan Target

Target sasaran kegiatan pengabdian ini adalah petani peternak di Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang. Pemberian pemahaman yang baik pada kelompok PKK tentang gizi dan konsumsi protein asal ternak sangat penting bagi perbaikkan kesehatan masyarakat Desa Taba Padang.

Target luaran dari kegiatan ini adalah kelompok sasaran memahami pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak bagi kesehatan masyarakat Desa Taba Padang.

 

Metode Pelaksanaan

Materi yang dibutuhkan untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Taba Padang terdiri dari bahan ajar, LCD, pengeras suara, dan seperangkat ATK. Materi penyuluhan dengan judul “Peningkatan Konsumsi Protein Hewani pada Masyarakat

Kegiatan PPM dilakukan dengan metode penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Diskusi dua arah yang dilakukann diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dari apa yang disampaikan.

            Koordinasi yang baik perlu dilakukan untuk memudahkan kegiatan. Koordinasi yang dilakukan terkait: koordinasi antara antara tim dengan anggota kelompok terkait jadwal pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan, koordinasi dengan pihak pemerintahan desa setempat, koordiansi persiapan alat dan tempat serta semua fasilitas yang diperlukan, koordinasi penyediaan konsumsi.

Antusias peserta dalam mendengarkan materi serta diskusi yang dilakukan menunjukkan tingkat kepuasan mitra dari program pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil diskusi pada pelaksanaan kegiatan PKM mandiri yang dilaksanakan di Kelompok PKK Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang menghasilkan beberapa poin penting.

Sebagian besar peserta kurang memahami pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak. Hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain langkanya penyuluhan gizi kepada masyarakat Desa Taba Padang. Selain itu, faktor kebiasaan setempat yang memilih dan mengkonsumsi bahan makanan atau suplemen sesuai dengan selera dan kebiasaan setempat. Pada umumnya mereka lebih memilih rokok daripada telur misalnya. Selain itu, Mereka memilih bahan makanan untuk konsumsi sehari-hari berdasarkan selera dan kebiasaan setempat. Jadi mereka memilih bahan makanan tidak berdasarkan pengetahuan gizi.

Tingkat pendapatan yang rata-rata masih rendah, yang menyebabkan mereka membeli bahan makanan asal bisa memenuhi kebutuhan perut tanpa dasar kesadaran gizi. Meskipun tingkat pendapatan rendah namun jika kesadaran gizi tinggi, maka mereka akan berusaha memilih bahan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Untuk itu, penyuluhan tentang gizi perlu dilakukan secara intensif dan dibarengi dengan usaha peningkatan pendapatan masyarakat.

Mereka mengkonsumsi lebih banyak makanan sumber karbohidrat dan sayur-mayur dikarenakan harganya relatif murah dan terjangkau. Untuk mengubah kebiasaan ini perlu dilakukan penyuluhan tentang kebutuhan gizi bagi kesehatan. Kebiasaan merokok dan minum kopi perlu diupayakan diubah ke arah mengkonsumsi makanan yang bergizi terutama protein hewani seperti ikan dan produk-produk ternak. Kebiasaan mengkonsumsi mi instan dan yang sejenisnya perlu diubah melalui penyuluhan yang intensif.

Setelah diberi penyuluhan tentang pentingnya konsumsi  hewani asal ternak, mereka termotivasi untuk mencoba mengubah kebiasaan mereka dalam memilih bahan makanan untuk dikonsumsi. Motivasi yang telah terjadi pada penyuluhan pada taraf yang sedang. Untuk menjaga dan meningkatkan motivasi untuk mengubah pola makan maka diperlukan penyuluhan yang terus menerus baik dari pemerintah (perangkat desa, dinas terkait dll) maupun dari tokoh-tokoh masyarakat.

Kesimpulan

Dari penyuluhan tentang pentingnya protein hewani asal ternak bagi kesehatan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  • Masyarakat Desa taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang belum memahami pentingnya konsumsi protein hewani asal ternak bagi kesehatan.
  • Kesadaran gizi masyarakat Desa Desa taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang masih perlu ditingkatkan.
  • Tingkat pendapatan masyarakat Desa taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang masih perlu ditingkatkan untuk mendukung upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak.

Tindak Lanjut

Dinas terkait perlu melakukan penyuluhan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran gizi masyarakat Desa Taba Padang. Selain itu, perlu adanya usaha peningkatan pendapatan oleh Dinas terkait. Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan melakukan efisiensi usaha perkebunan, pertanian dan peternakan.

Daftar Pustaka

BPS. 2020. Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Santoso, U. 2010. Formulasi Ransum Ternak. BPFP Unib, Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *