PENGABDIAN DOSEN PRODI PETERNAKAN DI DESA TABA PADANG KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG

MEMBUAT TELUR ASIN  SATU ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN IBU-IBU PKK

DI DESA TABA PADANG KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG

Ir. Desia Kaharuddin, M.P.

Ir. Kususiyah, M.S.

Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

 

Telur merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani yang sangat dikenal oleh masyarakat.  Hal ini disebabkan karena telur mengandung gizi yang baik bagi kesehatan dengan harga yang  terjangkau bagi masyarakat.  Salah satu kelemahan telur adalah mudahnya terjadi penurunan kualitas bila tidak ditangani dengan baik pasca dipanen.  Salah satu cara penanganan telur yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengolah telur menjadi telur asin. Pengolahan telur menjadi telur asin, selain dapat menambah menu makanan keluarga juga dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.  Prinsip dasar mengasin telur adalah memasukkan garam ke dalam telur.  Terdapatnya garam di dalam telur, selain membuat telur menjadi gurih juga menghambat bakteri perusak protein telur, sehingga telur menjadi awet (tahan lama). Telur yang biasa diolah untuk dijadikan telur asin adalah telur itik, meskipun pada dasarnya semua telur unggas dapat dijadikan telur asin.  Proses pembuatan telur asin meliputi persiapan bahan, pembuatan media pengasin telur, pembuatan telur asin dan pemeraman, pemanenan dan pemasakan telur asin.

1.Persiapan Bahan

Bahan yang perlu disiapkan pada pembuatan telur asin adalah telur yang akan diasin dan bahan media pengasin telur.

  • Memilih telur.

Pada dasarnya semua telur unggas (telur ayam, telur puyuh, telur angsa, telur entok, telur kalkun) bisa diolah menjadi telur asin, namun telur itik merupakan jenis telur yang paling populer diolah menjadi telur asin.  Hal ini disebabkan karena telur itik asin lebih lezat dan memiliki tekstur yang kenyal dibanding jenis telur asin unggas yang lain. Telur yang akan diasin sebaiknya adalah telur segar, berbentuk oval, kerabang telur mulus, mengkilat dan tidak retak.

  • Menyiapkan media pengasin telur

Media  pengasin telur yang bisa digunakan  ada 2 macam, yaitu :

  1. Media larutan garam

Bahan yang digunakan adalah air dan garam. Dibuat dengan cara melarutkan garam kedalam air konsentrasi 20% (200 g garam dimasukkan kedalam 800 ml air lalu diaduk hingga semua garam larut).

  1. Media abu gosok atau bubuk bata merah yang dicampur dengan garam dan air.

Bahan yang digunakan adalah abu gosok atau bubuk bata merah, garam dan air. Cara membuatnya adalah dengan mencampur abu gosok atau bubuk bata merah dengan garam pada perbandingan 1 : 1 yang ditambah air.  Pemberian air dilakukan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga kalis (berbentuk pasta).

2. Pembuatan Telur Asin dan Pemeraman

  • Pembuatan telur asin dengan media larutan garam

Tahap pembuatan

  1. Cuci telur yang telah terpilih hingga bersih
  2. Gosok kerabang telur dengan tapas yang agak kasar agar pori pori kerabang telur terbuka
  3. Bilas telur dengan menggunakan air bersih
  4. Tiriskan telur
  5. Masukkan telur ke dalam media larutan garam 20 % yang telah disiapkan
  6. Peram (rendam) selama 7 – 10 hari (sesuai selera)
    • Selama direndam dalam larutan garam, telur-telur bagian atas terapung sehingga sebaiknya telur dibalik (telur bagian atas ditenggelamkan), sekali atau dua kali dalam setiap hari.
    • Larutan garam yang digunakan untuk perendaman telur dapat digunakan beberapa kali, asal telur yang akan diasin dicuci bersih. Pemeraman selama 7 hari, rasa asin cukup (pas untuk digado), sedangkan pemeraman selama 10 hari (rasanya lebih asin, cocok untuk dijadikan lauk)

 

  • Pembuatan telur asin dengan media abu gosok

Tahap Pembuatan :

  1. Cuci telur yang telah terpilih hingga bersih
  2. Gosok kerabang telur dengan tapas yang agak kasar agar pori-pori kerabang telur terbuka
  3. Bilas telur dengan menggunakan air bersih
  4. Tiriskan telur f
  5. Lumuri setiap telur dengan media garam abu gosok yang telah disediakan setebal 2mm
  6. Peram selama 2 minggu

3. Pemasakan telur asin

Setelah diperam, telur diambil dari media pengasin telur,  selanjutnya dibersihkan dengan cara dicuci lalu dimasak.  Pemasakan bisa dilakukan dengan cara direbus ataupun dikukus. Lama pemasakan menentukan daya tahan telur asin. Agar daya tahan telur asin cukup, sebaiknya telur dimasak minimal 30 menit air mendidih.

4.Perhitungan biaya pembuatan telur asin per butir telur

a. Mengasin telur dengan media larutan garam

Garam 1 kg dilarutkan kedalam 4 liter air dapat digunakan untuk mengasin telur sebanyak 60 butir (2 karpet telur). Bila harga garam Rp 7000,-/kg berarti biaya garam per butir Rp 116,67 (dibulatkan menjadi Rp 120,-/butir).  Bila diasumsikan biaya perebusan telur serta resiko pecah per butirnya Rp 30,- maka biaya pembuatan telur asin sampai masak siap dikonsumsi   (Rp 120 +Rp 30) adalah  Rp 150,-/butir.  Harga telur itik mentah  Rp 2500,-/butir , sedangkan harga telur asin diterima oleh warung atau rumah makan Rp 4000,-/butir.  Dengan demikian selisih harga jual dengan biaya produksi per butirnya  (Rp.4000-Rp 2500-Rp 150,-) adalah Rp 1350,-/butir.

b. Mengasin telur dengan media garam abu gosok

Garam 1kg dengan 1 kg abu gosok (8 bungkus) ditambah air hingga kalis dapat digunakan untuk mengasin telur sebanyak 25 butir. Harga abu gosok Rp 2000,-/bungkus, sehingga dibutuhkan Rp 16000,- untuk abu gosok dan Rp 7000,- untuk garam.  Dengan demikian biaya media pengasinan telur dengan media garam abu gosok per butirnya adalah (Rp 16000,- + Rp 7000,-) dibagi 25 butir adalah Rp 920,-/butir.  Bila diasumsikan biaya perebusan telur dan resiko pecah Rp 30,- per butir, maka biaya pengasinan telur per butir adalah (Rp 920 +Rp 30,-) adalah Rp 950,-.  Dengan demikian selisih harga jual dengan biaya produksi per butirnya (Rp 4000- Rp 2500- Rp 950) adalah Rp 550,-/butir.

 

Proses pembuatan telur asin dengan media larutan garam, merupakan metode pembuatan telur asin yang paling praktis dan murah, sementara proses pembuatan telur asin dengan media abu gosok ini menjadi sangat mahal bila abu gosoknya harus dibeli. Selain itu  pembuatan telur asin dengan media abu gosok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memeramnya, yaitu 2 minggu, namun bila dibanding dengan media larutan  garam, tekstur telur asin yang dihasilkan menjadi lebih kenyal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *